Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diprediksi menguat pada pembukaan perdagangan Jumat (4/10).
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat pola pergerakan indeks saham masih beta dalam rentang konsolidasi dengan peluang akumulasi yang meningkat.
“Mengingat kondisi jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend ditunjang oleh kondisi perekonomian yang masih stabil, tercermin dari data yang telah dilansir. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” ucap William seperti dikutip dari riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 7.521 dan resistance 7.654.
Ia juga merekomendasikan sejumlah saham, yakni ASRI, BBRI, BBNI, BBCA, TLKM, HMSP, JSMR, SMRA, dan PWON.
Sementara itu, Pendiri WH-Project William Hartanto mengatakan tekanan pada tampaknya mulai terbatas, meski belum mereda.
William menilai posisi IHSG secara teknikal tampaknya memiliki 2 support yang dapat diperhatikan yaitu pada 7.500 dan 7.430.
Menurutnya, kedua support ini menjadi demand zone yang dapat membantu mengukur apakah fase bottoming sudah dimulai atau belum.
William pun merekomendasikan beberapa saham seperti TOBA, AMRT, CTRA, dan MARK.
IHSG ditutup di level 7.543 pada Kamis (3/10) sore. Indeks saham melemah 19,43 poin atau minus 0,26 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp11,98 triliun dengan jumlah saham yang diterbitkan sebesar 20,66 miliar saham.
Pada penutupan kemarin, 284 saham menguat, 296 terkoreksi, dan 216 lainnya stagnan.